Belanja Online Aja.

Krisna Oleh Oleh Bali. Kini Bisa Pesan Via Online klik tombol shop now

Biografi

Gusti Ngurah Anom tentang Kreativitas Berbasis SDA

Dikutif dari Koran Jawa Post dimana salah satu owner dari Krisna Oleh Oleh Bali mendapatkan penghargaan 50 Pengusaha yang berpengaruh seperti yang diterbitkan oleh Koran Jawa Post. Pemilik Krisna Holding Company yang diwawancarai menyatakan sudah banyak pengusaha UMKM yang bisa berkreasi. Kreativitas tersebut tak boleh berhenti. Sebab itu merupakan modal bagi UMKM agar mampu bersaing […]

Gusti Ngurah Anom tentang Kreativitas Berbasis SDA Read More »

Rahasia sukses gusti ngurah anom

Sukses yang dicapai Gusti Ngurah Anom tidak datang begitu saja jatuh dari langit. Untuk mencapai sukses seperti saat ini, butuh pengorbanan dan kerja keras. Setiap harinya, Anom mengaku hanya tidur 3 hingga 4 jam. “Pukul 06.30 pagi saya sudah mengantar anak ke sekolah. Pukul 08.00 pagi saya sudah mulai kerja, turun langsung mengontrol seluruh usaha

Rahasia sukses gusti ngurah anom Read More »

Mendirikan-Usaha-Cok-Konfeksi

Mendirikan usah cok konfeksi

Usaha Konfeksi yang dirintis Gusti Ngurah Anom di sebuah gudang Jalan Tukad Irawadi berkembang pesat. Tahun 1990 Anom dan istri memberanikan diri untuk membuka usaha Konfeksi sendiri yang diberi nama COK KONFEKSI. Ia menyewa sebuah tempat ukuran 6 X 7 meter yang terletak di depan Art Centre Denpasar dengan harga sewa Rp 1.250.000 per tahun.

Mendirikan usah cok konfeksi Read More »

Bertemu-dengan-seorang-sosok-istri

Bertemu sang istri idaman

Waktu bekerja di Konfeksi Sidharta, Gusti Ngurah Anom mempunyai seorang kekasih yang bernama Ketut Mastrining. Mastrining akhirnya menjadi istri Anom hingga saat ini. “Saya bertemu pertama kali dengan Ketut Mastrin- Gusti Ngurah Anom bersama Istri, Ketut Mastrining Raja Oleh-Oleh Khas Bali 41 ing saat berkunjung ke rumah paman saya Nyoman Singarata (meski nama sama, ini

Bertemu sang istri idaman Read More »

Mulai mengenal dunia konfeksi

Setelah memutuskan berhenti bekerja sebagai tukang cuci mobil, Anom pergi meninggalkan ‘rumah’ yang ditempatinya selama 2 tahun, yakni di pos satpam Hotel Rani Sanur. Setelah memutuskan untuk berhenti sebagai tukang cuci mobil, Anom mulai memutar otak, bagaimana agar bisa mendapat pekerjaan baru, tempat tinggal baru, dan tentu saja agar bisa tetap makan. A n o

Mulai mengenal dunia konfeksi Read More »

Anom kabur dari rumah

Akhirnya Anom remaja memutuskan kabur dari rumah orang tuanya. Tujuannya waktu itu hanya satu yakni kabur ke Denpasar. “Sehari setelah dipanggil ajik, keesokan harinya saya putuskan untuk pergi dari rumah.” Tanpa sepengetahuan orang tua, pukul 7 pagi Anom kabur dari rumah. Saat itu ia tidak membawa bekal apapun. Ia hanya mengenakan sepasang sandal jepit. Pakaian

Anom kabur dari rumah Read More »

Dibangku sekolah SMIP

Setamat bangku Sekolah Menengah Pertama, Anom kemudian mendaftar di Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) di Seririt. Untuk bisa mendaftar di SMIP Seririt, ia terpaksa menjual sepeda Phoenix kesayangannya. Sepeda itu laku dibeli orang seharga Rp 35.000. Uang hasil penjualan sepeda itu kemudian dibelikan sepatu serta pakaian sekolah untuk masuk SMIP. Untuk bisa bersekolah di SMIP

Dibangku sekolah SMIP Read More »

Scroll to Top
Ada yang bisa dibantu?